Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Dengan memohon rahmat dan ridho Allah SWT, Kami Mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i, untuk menghadiri acara pernikahan kami.
Awal Pertemuan: November 2022
Kisah kami berawal pada November 2022 di Kantor yang sama, sebuah tempat yang tak terduga menjadi saksi bisu benih cinta tumbuh di antara kesibukan profesional. Pertemuan pertama kami terjadi bukan di ruang rapat yang formal, melainkan di lapangan basket kantor yang ramai. Setelah lemparan bola dan desingan sepatu, obrolan santai tentang strategi permainan basket berubah menjadi percakapan mendalam tentang ambisi, selera humor, dan mimpi. Sejak hari itu, lapangan basket yang dingin menjadi hangat, dan setiap sapaan di lorong kantor tak lagi terasa biasa, menandakan bahwa kami telah menemukan lebih dari sekadar rekan kerja, tapi juga chemistry yang sulit disangkal.
Lamaran: 6 September 2025
Setelah melewati tahun-tahun yang penuh tawa, dukungan, dan penemuan diri bersama, babak baru yang dinanti-nantikan pun tiba pada tanggal yang telah ditetapkan: 6 September 2025. Momen lamaran itu terasa sempurna, merefleksikan perjalanan kami, jauh dari hiruk pikuk, fokus hanya pada janji masa depan yang akan kami bangun berdua. Dengan cincin tersemat di jari, air mata bahagia, dan sebuah “ya” yang tulus, lamaran itu bukan hanya penanda komitmen, tetapi juga sebuah deklarasi publik bahwa segala tantangan yang kami hadapi telah mematangkan cinta kami, menjadikan kami siap untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.
Pernikahan: 7 November 2025
Penantian panjang untuk mengikat janji suci akan berakhir tak lama setelah lamaran, tepatnya pada 7 November 2025. Hari itu akan menjadi puncak dari seluruh kisah, di mana kami berdua akan berdiri di hadapan keluarga dan teman-teman, bertukar sumpah untuk selamanya. Dari pertemuan tak terduga di lapangan basket kantor hingga janji abadi, pernikahan ini akan menjadi simbol keberanian kami untuk memilih cinta di atas segalanya, memulai babak baru sebagai suami dan istri, dan menantikan petualangan hidup bersama yang tak terbatas.
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (Ar-Rum 21)
