Fiani & Edwin‘s WEDDING
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir..”
(QS. Ar-Rum : 21)
By the Grace of God So Our Love Brings New Meaning to Live We Joyfully Request The Honor of Your Presence at Our Marriage
“Karena cinta kadang tak perlu terburu-buru, cukup setia menunggu.”
Awal pertemuan kami terjadi pada tahun 2021, sebuah tahun yang tampak biasa, namun ternyata diam-diam menyimpan benih cerita yang perlahan tumbuh menjadi cinta. Saat itu, kami belum saling mengenal. Dia hanyalah seorang pria asing, rekan kerja dari temanku, yang kebetulan menjadi tempat titipan sebuah barang.
Dari situlah semuanya bermula Dia mulai menghubungiku lewat WhatsApp, hanya sekadar menyampaikan bahwa barang titipan telah sampai. Tapi entah mengapa, percakapan itu tidak berhenti di situ. Hari demi hari, ia tetap menghubungi, menyapa dengan kalimat sederhana, menanyakan kabar, dan sering kali tanpa alasan yang jelas. Mungkin, itu adalah caranya menunjukkan perhatian.
Namun aku bukan tipe perempuan yang mudah membuka hati. Setiap laki-laki yang datang dengan niat menjadikanku pacar, selalu kutolak. Termasuk dia. Bahkan ketika ia mengajakku keluar untuk sekadar jalan atau bertemu, aku selalu punya alasan untuk menolak. Bukan karena tidak tertarik—tapi karena aku takut. Dia masih asing bagiku, dan dalam pikiranku, bagaimana bisa aku pergi dengan seseorang yang belum benar-benar aku kenal?
Waktu berjalan dan bersamanya, kepercayaanku padanya perlahan tumbuh. Bukan karena janji manis atau gombalan seperti yang sering kutemui sebelumnya, tapi karena kesabarannya. Ia tidak pernah menyerah, Tidak marah saat kutolak, tidak pergi saat tak kuhiraukan. Ia hanya… tetap ada.
Februari 2025, sehari sebelum datangnya bulan suci Ramadan, ia datang dari jauh, dengan alasan sederhana: ingin menepati janji menghadiri wisudaku. Katanya, kalau pun tak bisa hadir karena cuti yang tak pasti, ia tetap ingin berusaha datang. Ternyata, langkah kakinya membawa niat yang lebih dalam. Ia datang bukan hanya untuk merayakan kelulusanku, tapi juga untuk menyampaikan niat yang telah lama ia simpan:
melamarku.
Namun rencananya berubah begitu cepat. Tanpa dekorasi, tanpa prosesi tukar cincin, hanya sebuah pertanyaan dari ayahku: “Kapan tanggal dan harinya?”
Dan saat itu, segalanya terasa cukup. Karena ternyata cinta sejati tak butuh panggung megah untuk dikenang. Ia hanya butuh kehadiran yang setia, niat yang tulus, dan keberanian untuk bertanya—bukan “maukah kamu jadi pacarku?”,
tapi “bolehkah aku menjadi bagian dari hidupmu selamanya?”
Quotes
Cinta tidak datang dengan tergesa, ia tumbuh dalam diam, bertahan dalam setia, dan kini bersemi dalam doa. Atas rahmat Allah SWT, kami berdua mantap melangkah menuju ikatan suci pernikahan.”
Wedding Gift
Doa restu anda merupakan karunia yang sangat berarti bagi kami, dan jika memberi adalah ungkapan tanda kasih anda, anda dapat memberi kado secara cashless.
Depan MI Buntu Lamba, Desa Bonto Kec. Malua, Kab. Enrekang Prov.Sulawesi Selatan
Wedding Live
Bagi Bapak/Ibu yang berhalangan hadir bisa mengikuti acara pernikahan kami secara virtual melalui akun Instagram berikut ini
Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami,
jika Anda bersedia hadir dan
memberikan restu Anda kepada kami.
Designed By Website Invitation